Mengembangkan Pertanian Lokal di Tabalong, Kalimantan Selatan

Sebuah Cerita dari Irma Adyatni Mawardi

foto-irma-adyatni-mawardi
Foto 1. Irma Adyatni Mawardi

Indonesia terkenal sebagai negara yang menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu kunci pembangunan. Saat ini, sekitar 30% lahan di Indonesia dimanfaatkan untuk pertanian. Dengan kekayaan hasil pertaniannya, Indonesia bisa menjadi pemasok produk pertanian dunia. Menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di sektor pertanian adalah impian saya, khususnya dalam pengembangan produksi lokal. Salah satu langkah untuk mewujudkannya adalah dengan menjadi salah satu staf instruktur pertanian di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Melalui jalan ini, saya bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian dan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Sebagai seorang instruktur di BLK, saya bertanggung jawab untuk mendampingi para petani dengan memberikan ilmu tentang pengolahan produk pertanian. Ketika para petani sudah memiliki pengetahuan terpadu dalam pengolahan makanan, produktivitas mereka akan meningkat. Hal tersebut akan membantu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka. Saya ingin menyebarkan pengetahuan pemrosesan makanan yang baik seluas mungkin. Keinginan ini mendorong saya untuk meneruskan studi master di bidang Teknologi Pertanian. Langkah awal yang saya lakukan adalah mencari beasiswa untuk studi master di Amerika Serikat.

Tuhan menjawab doa saya. Atasan di tempat saya bekerja menginformasikan bahwa ada sosialisasi beasiswa dari USAID-PRESTASI di Tanjung, tempat tinggal saya. Saya mencermati dan mempelajari program beasiswa tersebut, dan ternyata salah satu program yang dibuka adalah Pertanian. Tanpa berpikir panjang saya langsung mendaftarkan diri.

Melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, saya diumumkan sebagai salah satu penerima beasiswa USAID-PRESTASI. Saya melanjutkan studi master di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat di jurusan Ilmu Pangan dengan konsentrasi di Rekayasa Prosess Pangan yang linier dengan studi S1 saya yakni Teknologi Pertanian.

Saya memilih Purdue University karena silabus yang ditawarkan sesuai dengan target penelitian saya. Selain itu program ini memiliki salah satu laboratorium terbaik untuk pengolahan makanan dan jaringan para pakar ilmu pangan yang terkenal.

foto-irma-adyatni-mawardi
Foto 2. Irma (depan, kedua dari kiri) bersama rekan-rekan mahasiswa di Purdue University.

Saya belajar banyak hal baru selama kuliah. Mulai dari belajar secara komprehensif bagaimana cara mengolah bahan pangan secara tepat, hingga proses uji coba menggunakan pilot plant, yakni sistem proses percobaan skala kecil.

Salah satu penelitian yang saya kembangkan pada saat itu adalah mendaur ulang tomat merah. Dari penelitian tersebut saya berhasil mengambil lycopene murni yang terdapat pada tomat untuk bisa diaplikasikan ke dalam berbagai produk seperti suplemen vitamin hingga kosmetik.

Kegiatan studi master yang saya jalankan di Purdue University ini lebih mengedepankan praktik. Oleh karena itu, kegiatan studi saya lebih banyak berkutat di laboratorium dan lapangan. Salah satu kegiatan untuk menunjang praktik di lapangan adalah volunteering dan edukasi mengenai nutrisi yang saya jalankan bersama komunitas SSGSA saat di Amerika. Di sana kami memberikan sosialisasi bagaimana cara menangani sayur dan buah—cara memotong dan mengupas yang benar—, serta cara memasak dan mengolah makanan.

Kami juga sempat membuat kelas farm to table. Kelas ini memberikan edukasi mulai dari memanen bahan makanan dari kebun hingga menyajikannya secara sehat di meja makan. Pengetahuan menarik tentang pengolahan makanan telah mengundang orang-orang dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi di kelas. Sebagian besar dari mereka baru paham bahwa cara pemrosesan dan penyajiann makanan yang salah akan mengurangi nutrisi makanan yang masuk ke perut kita. Oleh karena itu, cara yang tepat dalam menyiapkan dan menyajikan makanan akan menjaga nutrisi tetap baik.

Dua tahun menjalani studi master di Purdue University, Amerika Serikat, telah mematangkan ilmu dan pengalaman saya. Langkah awal untuk pengaplikasian ilmu yang saya bawa dari Amerika Serikat adalah dengan menerapkannya ke dalam rencana kerja saya sebagai instruktur di BLK Kabupaten Tabalong.

Salah satu program yang saya jalankan adalah Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP). Pelatihan ini saya lakukan di kurang lebih 13 kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalimatan Selatan. Salah satu contoh kegiatannya adalah pelatihan pengolahan hasil ikan menjadi makanan beku seperti nugget. Hal ini bermanfaat ketika hasil ikan sedang melimpah. Bahkan beberapa dari peserta pelatihan sudah berhasil membuat usaha dari Pelatihan PHP ini. Cara ini dapat membantu petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Saat ini saya juga melakukan riset mengenai kemungkinan biji karet untuk diolah menjadi tempe sebagai pengganti kedelai. Ide ini muncul ketika melihat banyak biji pohon karet yang terbuang percuma. Namun olahan ini sedang dalam tahap penelitian lebih lanjut, terutama terkait dengan uji toksisitas dan kandungan nutrisinya. Jika ini berhasil, akan menjadi ladang penghasilan tambahan untuk para petani karet.

Besar harapan saya untuk terus memajukan pertanian lokal agar dapat bersaing dengan bahan pangan impor. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pemrosesan makanan dan manajemen yang baik untuk dapat bersaing dengan bisnis pengolahan makanan internasional. Dengan begitu, para petani lokal akan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka dan memperkuat sektor pertanian Indonesia.

Terus terang, saya sangat bangga menjadi salah satu penerima Program Beasiswa USAID-PRESTASI. Kesempatan ini memberikan saya peluang meningkatkan kemampuan saya memajukan pertanian di Indonesia. Saya berharap program beasiswa untuk pertanian tetap dilanjutkan ke depannya sebagai salah satu dukungan untuk meningkatkan keamanan pangan Indonesia.

Pesan saya untuk generasi muda yang sedang membaca profil saya, jangan pernah takut untuk bermimpi. Selalu temukan cara positif untuk meningkatkan kemampuan, lakukan apa pun dengan rajin, dan memperluas jaringan di mana pun berada. Kalian mungkin akan terkejut dengan pancapaian di masa depan. Jadilah inspirasi untuk membangun Indonesia lebih baik dan lebih baik.