PRESTASI adalah Sebuah Kesempatan Emas Sebuah Cerita dari Dian Mangiring Arika

Foto Dian Mangiring Arika
Foto 1. Dian Mangiring Arika menjalani studi di Eastern Michigan University, Amerika Serikat.

Saya percaya hidup ini adalah sebuah kesempatan. Kesempatan tersebut datang kepada saya ketika seorang teman mengabarkan pembukaan pendaftaran program Beasiswa USAID PRESTASI.

Kala itu, Beasiswa PRESTASI membuka peluang bagi profesional di bidang air dan sanitasi yang sesuai dengan pekerjaan saya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Beasiswa PRESTASI memberikan Pelatihan Pra-Akademik kepada penerima beasiswa terpilih yang terdiri dari pelatihan bahasa Inggris, pelatihan kepemimpinan, dan stastistik yang membantu para sarjana mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Inilah beasiswa yang selama ini saya cari.

Langkah pertama saya adalah berkonsultasi dengan seorang teman yang merupakan alumni Program Beasiswa USAID PRESTASI untuk membantu langkah-langkah mengisi formulir aplikasi. Atasan langsung saya di tempat kerja telah banyak membantu mengenai hal-hal penting yang harus ditulis dalam proses aplikasi. Berkat saran mereka, saya berhasil melewati proses seleksi dan berkesempatan belajar untuk program pascasarjana Urban and Regional Planning di Eastern Michigan State University di Amerika Serikat.

Menjadi mahasiswa pada program studi perencanaan wilayah dan kota di Amerika Serikat adalah sesuatu yang saya dambakan. Saya percaya studi saya di Amerika Serikat akan bisa meningkatkan dan memperkuat kemampuan diri saya sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kuliah di luar negeri adalah sesuatu yang menantang bagi saya yang harus menyesuaikan diri di lingkungan budaya yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Beruntung, saya dapat melewati fase kritis saat menyesuaikan diri di lingkungan baru dengan berpartisipasi berbagai kegiatan kampus.

Mengatasi gegar budaya saat mulai tinggal di Amerika Serikat, saya bergabung dengan komunitas International Student Resources Center. Komunitas ini membantu mahasiswa internasional untuk mengatasi kendala bahasa dalam perkuliahan dan gegar budaya. Teman-teman dalam komunitas sangat membantu dalam proses adaptasi budaya di dalam maupun di luar kampus.

Dalam waktu singkat, saya terbiasa mengikuti ritme hidup di luar negeri. Saya mendapat banyak pengetahuan baru selama kuliah di luar negeri. Singkatnya, saya banyak belajar mengenai regulasi dan kebijakan perencanaan tata ruang di Amerika serikat , kebijakan infrastuktur, kebijakan pengembangan ekonomi lokal, penilaian lingkungan, dan sistem informasi geografis. Saya berpartisipasi dalam berbagai seminar dan konferensi, baik sebagai peserta maupun pembicara.

Foto Dian Mangiring Arika
Foto 2. Dian Mangiring Arika bersama teman-teman setelah wisuda di Eastern Michigan University.

Beberapa kegiatan yang saya ikuti antara lain menjadi peserta Higher Education Solution Network Conference di Boston (Oktober 2016) dan peserta National Planning Conference-17 of American Planning Association di New York (Mei, 2017). Saya juga menjadi pembicara dalam Graduate Research Conference (Maret 2017) dengan menyampaikan makalah “Building Effective Community Development Models: Meeting the Local Needs of Papua and Java, Indonesia”.

Puncak peningkatan kompetensi saya saat berada di Amerika Serikat adalah dengan magang di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa pada unit UN-HABITAT selama tiga bulan (Juni-Agustus 2017). UN-HABITAT sebagai bagian badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani tempat tinggal manusia dan memberikan perlindungan bagi semua orang. Tugas saya sebagai staf magang di UN-HABITAT adalah menjadi wakil UN-HABITAT untuk menghadiri inter-agency dan inter-governmental meeting, menyiapkan laporan dan analisis, mengunggah konten media sosial, dan melakukan tugas-tugas administrasi.

Saya mendapatkan pengalaman berharga selama magang di UN-HABITAT. Pertama, saya belajar mengenai budaya kerja yang efektif dan efisien. Kedua, saya belajar menggunakan teknologi untuk menunjang pekerjaan seperti penggunaan e-report, e-course, teleconference, dan teknologi modern lainnya. Ketiga, saya mempunyai jejaring baru yang berasal dari berbagai belahan dunia, sehingga saya dapat belajar budaya dari negara lain. Pengalaman selama magang di UN-HABITAT membuat pikiran saya lebih terbuka dan terbiasa dengan rapat yang lebih singkat, tapi hasilnya lebih optimal.

Sekarang saya telah kembali ke Indonesia dan fokus berpartisipasi dalam membuat kebijakan publik yang berhubungan dengan infrastruktur agar bisa berjalan dengan baik. Impian besar saya adalah membangun suatu kota cerdas dan berwawasan lingkungan, yang responsif terhadap gender, anak-anak, dan kaum penyandang disabilitas, serta mendukung perkembangan manusia yang sehat. Saya berharap rencana tata ruang yang yang dibuat sekarang ini bisa memberikan panduan pengembangan daerah di masa depan.

Saya sungguh bersyukur sebagai bagian dari program USAID PRESTASI, karena program ini bermanfaat luar biasa sebagai pengembangan diri pribadi. Pesan saya kepada generasi muda Indonesia, teruslah belajar, dan jangan pernah berpikir terlambat untuk belajar lagi. Ingat, kesempatan baik bisa datang berkali-kali. Kamu perlu merengkuhnya dan membuatnya menjadi nyata.