Menyiapkan Inkubasi Bisnis Sejak Kuliah


Photo: pixabay.com

Sejarah yang telah mencatat awal abad ke-21 adalah era di mana platform komunikasi terbuka lebar. Sebagian besar platform didirikan oleh visioner muda yang masih dalam masa studi. Salah satu contohnya adalah Snapchat yang didirikan oleh Evan Spiegel, Reggie Brown, dan Bobby Murphy saat mereka masih menjadi mahasiswa di Stanford University. Aplikasi Snapchat ini sekarang sangat populer dan valuasinya diperkirakan mencapai US$20 miliar.

Fakta ini menunjukkan bahwa bisnis abad ke-21 telah dimulai dengan pengusaha yang jauh lebih muda dari usia pebisnis pada umumnya untuk memulai bisnis mereka. Hal ini mendorong Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan bisnis digital di Indonesia. Salah satu program yang dijalankan Kemenristekdikti adalah dengan mendirikan Inkubataor Bisnis Teknologi, sebuah lembaga yang bertujuan menumbuh kembangkan wirausaha pemula berbasis teknologi.

Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan mahasiswa yang ingin membangun bisnis teknologi digital atau startup? Berikut ini 4 tips penting bagi mahasiswa yang ingin membangun startup:

Mengembangkan bisnis berbasis solusi

Bisnis yang baik selalu menawarkan solusi terhadap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Jadi sebelum menentukan bisnis apa yang akan dijalankan, perhatikan permasalahan yang ada di masyarakat atau hal lain yang akan memudahkan masyarakat. Misalnya ojek online adalah solusi terhadap permasalahan kemacetan dan membantu menstabilkan biaya transportasi jika dibandingkan dengan tarif ojek konvensional di daerah perkotaan.

Bergabung dengan komunitas entepreneur

Membangun bisnis sejak masa kuliah memiliki tantangan tersendiri, seperti mengatur waktu untuk belajar dan merencanakan bisnis. Langkah pertama yang paling mudah adalah bergabung dengan komunitas entrepreneur agar bisa mendapatkan ilmu, khususnya yang bersifat praktis. Mengikuti kelas-kelas kewirausahaan juga dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan mengenai bisnis serta membentuk pola piker yang positif dan karakter yang tangguh.

Manfaatkan waktu seefektif mungkin

Manfaatkan waktu seektif mungkin di antara kuliah dan berbisnis. Hal ini akan membantu untuk lebih konsentrasi serta menentukan skala prioritas.

Membangun kemitraan dengan pihak lain

Membangun kemitraan dengan teman bisa menjadi pilihan menarik dalam membangun bisnis. Hal ini akan membuat jaringan bisnis lebih luas. Kelebihan kolaborasi adalah ada teman berpikir seperti memberikan sudut pandang mengenai pasar. Mitra bisnis juga bisa dijadikan rekan kerja tim dan juga menjadi pengambil keputusan. Pilihlah mitra yang memiliki visi sama agar bisa terjadi sinergi dan bisnis melaju dengan cepat.