Mengembangkan Ketahanan Pangan Berbasis Keilmuan


Foto: pxhere.com

Setiap September diperingati Hari Tani Nasional. Momen ini bisa menjadi titik permulaan untuk menguatkan ketahanan pangan di Indonesia. Indonesia dengan tanahnya yang subur adalah harta berharga kita untuk menggapai swasembada pangan, seperti yang pernah dilakukan pada era tahun 1980-an, di mana Indonesia pernah mencapai swasembada beras. Bila dulu bisa, sekarang pun harus mampu.

Jawaban untuk mencapai swasembada pangan sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang tangguh adalah melalui ilmu pengetahuan tentang tanaman pangan yang dikembangkan oleh para ilmuwan, termasuk mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi pada bidang tersebut.

Apa saja yang bisa terus dilakukan untuk mendukung swasembada pangan?

Mengembangkan riset pertanian

Riset pertanian adalah hal yang sangat vital untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ketahanan pangan. Kita bisa belajar dari gerakan ketahanan pangan di Ethiopia. Negara yang dulu identik dengan kelaparan ini berhasil menjadikan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian negara. Ethiopia bisa menjadi negara maju di bidang pertanian, karena menerapkan teknologi canggih di bidang pertanian. Riset pertanian di Indonesia juga harus terus dikembangkan. Salah satu contoh penelitian cerdas yang dilakukan anak bangsa adalah pemanfaatan drone untuk menyemprotkan pestisida untuk lahan pertanian. Inovasi seperti ini harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Mengembalikan ahli pertanian ke sawah

Sarjana pertanian yang bekerja di bank atau sektor industri yang tidak ada hubungannya dengan pertanian sudah umum ditemui. Hal ini perlu menjadi perhatian karena keahlian mereka akan maksimal jika mereka bekerja di sektor pertanian. Pemerintah perlu mencari cara agar sarjana dan ahli pertanian menjadi tulang punggung kemajuan pertanian di Indonesia. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diterapkan di lapangan.

Mengimplementasikan teknologi pertanian

Riset untuk pertanian dan teknologi pertanian di Indonesia harus terus dilanjutkan dan dikembangkan serta diimplementasikan secara nyata di lapangan. Riset terbaik adalah riset yang bisa diaplikasikan di lapangan dan bisa membawa dampak positif. Hal ini berguna untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. Salah satu teknologi pertanian dari Badan Litbang Kementerian Pertanian yang sudah terbukti efektif adalah mesin penanam padi yang bisa menanam bibit lebih cepat dengan jarak tanam ideal dibanding menanam dengan cara manual.

Memperkuat teknologi pengolahan pangan

Memperkuat teknologi pengolahan pangan adalah salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan. Di Asia Tenggara, bila berbicara mengenai produk olahan mangga kering, negara yang diingat pasti Thailand dan Filipina. Belajar dari kesuksesan negara tersebut, Indonesia yang memiliki varietas mangga beragam dengan kualitas yang tak kalah baik, harus mampu menampilkan hasil penelitian yang lebih baik. Penemuan I Ketut Tastra dari Balai Penelitian Kementerian Pertanian sepertinya bisa jadi jawaban atas permasalah tersebut. Dia berhasil membuat alat pengering yang bisa mempercepat proses pengeringan dari 7 hari menjadi 1 hari. Besar harapan agar para peneliti Indonesia dapat menciptakan lebih banyak inovasi untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.