Menjembatani Pemahaman Masyarakat Tentang Berbagai Isu Lingkungan Hidup

Foto Mohammad Syifa
Foto 1. Mohammad Syifa.

Billie Joe Armstrong, penyanyi dari grup musik rock Green Day pernah mengatakan bahwa passion adalah kekuatan. Sama seperti apa yang selama ini dipegang oleh Mohammad Syifa. Passion dalam bidang menulis dan jurnalistik telah membawanya menjadi seorang wartawan sekaligus editor di Jawa Pos Group. Dalam tugasnya tersebut, Syifa diberi tanggung jawab untuk menulis sekaligus mengedit artikel agar mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam perjalanan kariernya, Syifa berkeinginan kuat untuk mewujudkan passion dan profesionalitas dalam kepenulisan dan jurnalistik. Syifa ingin meningkatkan lagi kemampuannya dalam bidang komunikasi, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan hidup agar informasinya dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat umum.

Ketertarikan Syifa terhadap isu lingkungan hidup berangkat dari pengalamannya saat menjadi wartawan lapangan yang kerap meliput tentang isu lingkungan hidup. Selain itu, menurut dia isu lingkungan hidup tidaklah terlalu populer di masyarakat Indonesia, terutama yang berkaitan dengan perubahan iklim. Di media massa pun, porsi pemberitaan mengenai isu-isu lingkungan hidup juga masih sangat terbatas. Hal inilah yang membuat Syifa termotivasi untuk memperdalam ilmu tentang isu lingkungan hidup.

Untuk mewujudkan passionnya tersebut, Syifa akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Dia mendapatkan informasi mengenai program beasiswa USAID-PRESTASI yang membuka jurusan studi lingkungan dan dia pun mendaftarkan diri.

"Sebenarnya, saya sudah sempat dua kali mendaftarkan diri di Program Beasiswa USAID-PRESTASI. Pada kesempatan ketiga tahun 2015 kemarin akhirnya saya bisa lolos sebagai salah satu penerima Beasiswa USAID-PRESTASI," kenang Syifa. Melalui program beasiswa ini, dia mengambil jurusan Program Communication and Development Studies di Ohio University, Athens, Amerika Serikat dengan mengambil konsentrasi pada environmental issues.

Dalam masa studinya, Syifa banyak belajar mengenai konsep keberlanjutan, perubahan iklim, migrasi, pengembangan, serta strategi-strategi dalam merancang komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan tentang isu lingkungan hidup. Selain itu, untuk mendukung kariernya dalam bidang jurnalistik, Syifa juga mengambil kelas mengenai jurnalisme lingkungan dan ilmu pengetahuan serta hukum media massa.

Foto Mohammad Syifa
Foto 2. Syifa (jaket hijau army) bersama rekan-rekan studinya di Ohio University, Athens, Amerika Serikat.

Selain belajar di dalam kelas, banyak kegiatan lapangan yang diikuti Syifa untuk menunjang studi masternya tersebut. Antara lain fieldtrip ke beberapa tempat di Ohio seperti kunjungan ke bekas tambang batu bara dan lokasi pembangkit listrik terbesar di Ohio. Melalui fieldtrip tersebut, dia mempelajari dampak yang diakibatkan oleh penambangan dan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.

"Indonesia bisa mencontoh dari observasi yang saya lakukan tersebut. Pemerintah Amerika melakukan rehabilitasi di lokasi bekas penambangan dan pembangkit listrik tersebut dengan melakukan penanaman pohon. Jadi, rehabilitasi lingkungan yang tercemar itu sebenarnya masih sangat memungkinkan untuk dilakukan," jelas Syifa.

Selain itu, Syifa juga aktif mengikuti berbagai forum diskusi di kampusnya. Ia juga mendapat kesempatan untuk menjadi peserta Global Fusion Conference 2016, konferensi ilmu komunikasi tahunan Amerika Serikat yang diselenggarakan di Philadephia, Pennsylvania.

Banyak ilmu dan pengalaman yang Syifa dapatkan ketika menjalankan studi master di Amerika untuk meningkatkan kinerjanya sebagai seorang wartawan dan editor. Manfaat utama yang dirasakan Syifa adalah dia jadi semakin paham bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan isu-isu lingkungan hidup yang selama ini sulit dipahami oleh masyarakat luas, menjadi sesuatu yang mudah dipahami melalui media massa.

Instansi tempat Syifa bekerja pun turut merasakan manfaat dari apa yang dia dapatkan selama menjalankan studi master. "Perusahaan juga berharap agar ilmu yang saya peroleh juga bisa ditularkan kepada karyawan yang lain," tambah Syifa.

Foto Mohammad Syifa
Foto 3. Syifa (kaos hitam) dalam salah satu forum diskusi saat membahas mengenai literasi media yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup.

Usai menjalankan studi masternya, pria yang hobi traveling ke tempat-tempat baru ini juga menggelar beberapa forum dengan rekan-rekannya sebagai wadah diskusi mengenai literasi media, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup. Targetnya adalah generasi dan para profesional muda. Syifa juga berencana untuk melakukan riset khusus mengenai literasi di kalangan remaja terkait dengan isu-isu lingkungan hidup.

Segala pencapaian Syifa saat ini adalah buah dari kerja keras. Dia mengucapkan terima kasih kepada Program Beasiswa USAID-PRESTASI yang telah memberikan dukungan positif setiap langkahnya sebagai seorang individu maupun sebagai ahli lingkungan hidup. "Program USAID-PRESTASI tidak hanya memberikan saya kesempatan untuk belajar S2, tetapi juga kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di dalam dan luar kampus. Beradaptasi dan mengenal budaya Amerika Serikat, lebih jauh juga merupakan hal yang sangat mendukung tercapainya pengembangan karier saya," tambah Syifa.

Syifa pun berpesan kepada generasi muda agar menemukan passion dalam diri, karena itu adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan. "Jangan pernah lelah untuk mewujudkan passion. Apapun itu, selama ditekuni maka suatu saat akan menjadi hal yang berarti bagi kita," tutup Syifa.