Ahli Statistika Profesional untuk Pembangunan Indonesia

foto-ika-rusinta-widiyasari
Foto 1. Ika Rusinta Widiyasari

"Hal-hal yang baik datang kepada mereka yang bekerja keras." Kata-kata inilah yang selalu menjadi inspirasi Ika Rusinta Widiyasari dalam berkarier. Ika yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, memiliki semangat kerja yang keras dan berusaha memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya.

Sebagian masyarakat mungkin mengira bahwa BPS hanya menyajikan data jumlah penduduk, kemiskinan, dan pengangguran. Namun kenyataanya lebih dari itu. "Kami memiliki survei tentang bagaimana perilaku masyarakat terhadap lingkungan, bagaimana pengetahuan masyarakat tentang isu perubahan iklim dan pemanasan global, tentang modal sosial dan masih banyak produk-produk data yang kami sajikan," tambah Ika.

Mengingat begitu banyaknya beban dan tanggung jawab instansi tempat dia bekerja, Ika menyadari bahwa bekerja sesuai dengan tugas belumlah cukup untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Oleh karena itu Ika memiliki tekad untuk meningkatkan profesionalitasnya dalam bekerja dengan melanjutkan studi master di bidang public policy.

Untuk mencapai tekad dan keinginannya tersebut, Ika mendaftarkan diri di Program Beasiswa USAID-PRESTASI. Meskipun dia harus menunda kesuksesannya di tahapan interview saat pertama kali mendaftar di tahun 2014, hal ini tak membuatnya patah arang. Di tahun 2015 dia kembali mendaftarkan diri dan akhirnya berhasil menjadi salah satu penerima Beasiswa USAID-PRESTASI.

Sebagai penerima Beasiswa USAID-PRESTASI, Ika menempuh studi Master of Public Policy di Oregon State University, Corvallis, Amerika Serikat dengan mengambil konsentrasi di rural policy. "Rural policy ini sangat sesuai dengan kondisi di mana saya bekerja, yakni Papua yang identik dengan daerah rural. Saya belajar tentang isu-isu pemasalahan yang dihadapi oleh masyarakat rural yang disebabkan oleh persebaran tempat tinggal dan isolasi geografis, dan diperparah dengan efek globalisasi dan perubahan teknologi," jelas Ika.

Selain secara aktif mengikuti perkuliahan, Ika juga menghadiri berbagai konferensi yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni. Salah satunya adalah Joint Statistical Meeting (JSM), konferensi para ahli statistik dan ilmuwan data yang diadakan oleh American Statistical Association (ASA). Melalui konferensi ini Ika mengikuti workshop di mana dia belajar tentang metode dan baru dalam statistik. Hal ini tentu berguna untuk penyelesaian tugas akhir dan lebih penting lagi ketika Ika kembali ke institusi di mana dia bekerja sekarang.

"Melalui JSM ini saya mendapatkan momen yang sangat berharga. Yakni bertemu secara langsung dengan Prof. Rao. Beliau adalah penulis salah satu buku mengenai teknik penarikan sampel yang saya gunakan ketika sebagai referensi saat menempuh studi S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik," kenang Ika.

Di samping aktif berpartisipasi dalam konferensi dan seminar-seminar, pada musim panas 2016, Ika turut serta dalam Natural Resources Leadership Academy yang diadakan oleh Oregon State University. Kelas musim panas yang diadakan fokus membahas isu-isu tentang manajemen sumber daya alam yang dikemas menyenangkan dalam bingkai field trip dan beberapa aktivitas yang mengasah jiwa kepemimpinan.

foto-ika-rusinta-widiyasari
Foto 2. Ika (berjilbab merah dan berbaju putih) bersama rekan-rekannya di Oregon States University, Amerika.

Menjalankan studi di tengah pertemuan berbagai budaya, membuat Ika juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia pada rekan-rekannya yang berasal dari berbagai negara. Melalui keikutsertaannya dalam Perkumpulan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (PERMIAS) Ika dan rekan-rekannya memperkenalkan mulai dari cerita, tarian, hingga makanan tradisional Indonesia.

Mengantongi banyak ilmu dan pengalaman selama berstudi master di Amerika, Ika lantas memboyongnya pulang ke Tanah Air. Langkah awal yang dia lakukan adalah mengaplikasikan semua yang dia pelajari ke dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN di BPS. "Berbekal apa yang saya pelajari selama di Oregon State University, saya menjadi lebih engage dan tajam dalam menganalisis produk-produk data yang berkaitan dengan isu-isu terkini yang kami hasilkan di BPS," kata Ika.

Setelah kembali dari pendidikan masternya, Ika telah menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang lebih positif. Kini dia menjadi lebih terbuka dalam berpikir dan menyikapi perbedaan pendapat. Ika juga lebih menjadi berani dan lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai berbagai hal terkait bidang keahliannya maupun dalam perbincangan umum.

Semua yang Ika bawa pulang dari Amerika tak disimpannya seorang diri. Di tempat dia bekerja saat ini, perempuan yang memiliki hobi memasak ini merintis kegiatan sharing knowledge dengan rekan-rekan kerjanya. Di sini setiap orang bisa mempresentasikan suatu topik dengan Bahasa Inggris secara bergantian. Dan tentunya Ika sendiri juga berbagi ilmu dan pengalamannya selama studi master di Amerika. Melalui aktivitas ini, Ika berharap ide-ide dan inovasi-inovasi baru akan muncul demi mendukung peran serta BPS dalam pembangunan.

foto-ika-rusinta-widiyasari
Foto 3. Ika (berjilbab merah muda) saat melakukan Task Force Pendataan Potensi Desa 2018 di Kabupaten Maybrat.

Kini, Papua telah mengambil ruang tersendiri di hati Ika. Dia bercerita, banyak sekali tantangan yang dihadapi ketika mengemban tugasnya di sana. Lebih dari faktor geografis, cara menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah lokal akan pentingnya pengumpulan data juga tak lepas dari perhatiannya. Maka dari itu, Ika memiliki keinginan untuk menerjemahkan data ke dalam rangkaian bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.

Untuk mendukung keinginannya tersebut, saat ini Ika sedang melakukan komunikasi dengan media lokal yang nantinya bisa membantunya untuk menerbitkan tulisannya agar bisa dibaca oleh masyarakat. Ika berharap langkah ini nantinya akan memberikan dampak positif terhadap pembuatan kebijakan di pemerintahan daerah untuk meningkatkan pembangunan.

Ika sangat mengapresiasi segala hal yang dia dapatkan melalui Program Beasiswa USAID-PRESTASI. Dia belajar banyak mulai dari bagaimana PRESTASI memberikan informasi persyaratan mendaftar, pelatihan prastudi, fasilitas saat menjalankan studi, hingga pascastudi. Walaupun telah menjadi alumni, Ika tetap mendapatkan dukungan melalui media asosiasi alumni yang bernama ALPHA-I. Dia berharap USAID-PRESTASI tetap membuka program beasiswa setiap tahun untuk dapat menjaring putra-putri terbaik bangsa untuk dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Seperti apa yang sudah dialami Ika. Melalui dukungan USAID-PRESTASI dia dapat meningkatkan profesionalitasnya dalam bekerja untuk mendukung lahirnya kebijakan baru dalam memberdayakan masyarakat di Papua untuk Indonesia.

Sebagai penutup, kepada generasi muda tak lupa Ika menyampaikan pesannya, "Di manapun tempat kita mengabdi, di wilayah remote ataupun tidak, jangan sampai menyurutkan langkah untuk meraih mimpi dan memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa."