e-DNA untuk Keberlanjutan Ekosistem Laut Indonesia

Sebuah cerita dari Onny Nurrahman Marwayana.

foto-onny-nurrahman-marwayana
Foto 1. Onny Nurrahman Marwayana

Indonesia merupakan Negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat beragam, baik di darat mau pun laut. Hal ini tentu mendorong pembuat kebijakan untuk memasukkan kebijakan konservasi berbasis ilmiah dalam setiap pengambilan keputusan. Kebijakan yang nyata adalah sebuah keharusan untuk menjaga kekayaan ekosistem.

Melakukan berbagai riset, khususnya mengenai ekosistem laut adalah tugas saya sebagai salah satu peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI)1. Luasnya perairan laut di Indonesia membuat saya ingin mempelajari dan menggali ilmu lebih dalam mengenai metode environmental DNA (eDNA), yang diyakini akan mempercepat proses identifikasi di tengah tingginya tingkat keanekaragaman hayati laut, khususnya di perairan Indonesia.

Sebagaimana diketahui, eDNA merupakan molekul DNA yang dapat ditemukan dengan bebas di suatu ekosistem yang terkait dengan DNA atau sel yang ditinggalkan organisme di lingkungannya. eDNA juga merupakan pendekatan dan metode revolusioner di bidang genetika molekuler untuk studi keanekaragaman hayati yang masih dianggp baru di Indonesia karena sebagian besar para peneliti di Indonesia masih menggunakan pendekatan dan metode konvensional dalam melakukan proses identifikasi spesies.

Keinginan yang besar untuk belajar lebih jauh mengenai eDNA memotivasi saya untuk mengambil program studi master yang linier dengan penelitian saya saat ini. Seperti gayung bersambut, melalui portal internal LIPI saya mendapatkan informasi pembukaan aplikasi program beasiswa USAID-PRESTASI. Melalui program tersebut, saya mendaftarkan diri untuk mengambil program Master of Science in Biology di University of California, Los Angeles (UCLA) dengan fokus studi di bidang Ekologi dan Evolusi Biologi yang terkait dengan Ilmu Biology Kelautan.

foto-onny-nurrahman-marwayana
Foto 2. Onny saat berada di lingkungan kampus University of California, Los Angeles (UCLA)

Saya bersyukur telah ditetapkan sebagai salah satu penerima beasiswa USAID-PRESTASI. Kesempatan ini adalah pintu gerbang bagi saya untuk meningkatkan profesionalitas di bidang Biologi Kelautan.

Selama menempuh studi di UCLA, banyak ilmu yang saya pelajari, baik di kelas maupun di laboratorium. Materi perkuliahan yang saya dapatkan antara lain ekologi, taksonomi molekuler, dan computer programming. Sedangkan materi laboratorium yang saya dapatkan antara lain metode pengambilan sampel eDNA dari laut, tahapan-tahapan analisis sampel eDNA, hingga analisis data eDNA.

Saya menyadari sepenuhnya, kesempatan melanjutkan studi ini tidak boleh dilalui dengan sia-sia. Untuk itu, saya maksimalkan masa studi saya di UCLA untuk kegiatan perkuliahan dan laboratorium23. Dalam masa studi itu pula —bahkan hingga sekarang— saya juga berkesempatan untuk menjadi anggota aktif dalam konsorsium penelitian eDNA yang dikelola oleh University of California Conservation Genomics Consortium di UCLA.

Selama studi di UCLA, ada satu momentum yang sangat berkesan bagi saya yaitu ketika saya memenangkan kompetisi Summer 2017 Travel Grants for Research in Indonesia yang diselenggarakan oleh UCLA Center for Southeast Asian Studies. Ini adalah sala satu pencapaian terbaik saya saat menjalankan studi di UCLA. Saya sangat bersyukur karena penelitian tesis saya didukung oleh Program Beasiswa USAID PRESTASI dan Travel Grant tersebut yang memungkinkan dan sangat membantu saya mengambil sampel e-DNA di Indonesia.

Saat kembali ke Indonesia dengan segudang ilmu dan pengalaman, perencanaan dan target saya ke depan menjadi semakin mantap. Salah satu langkah yang saya lakukan untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan selama menempuh program master di UCLA adalah dengan membuat proposal riset, yang mengaplikasikan metode eDNA dengan pendekatan DNA Metabarcoding. Proposal riset tersebut rencananya akan saya ajukan ke beberapa lembaga donor untuk didanai.

Melalui riset tersebut, saya juga berencana untuk melanjutkan kerjasama atau kolaborasi riset di Indonesia antara P2O-LIPI dan UCLA yang sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Menurut saya, pengenalan metode eDNA ini sangat penting dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi dan mengimbangi tingkat keanekaragaman hayati laut yang tinggi dengan jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan. Indonesia membutuhkan banyak publikasi dalam penelitian e-DNA.

foto-onny-nurrahman-marwayana
Foto 3. Onny (paling kiri) bersama Pak Hanif (USAID Indonesia) dan Prof. Paul H Barber (pembimbing akademik) di UCLA.

Publikasi ilmiah hasil dari riset tersebut pun bisa disebarkan dengan cepat dan dapat segera dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan —baik di tingkat pusat, daerah maupun pihak swasta—untuk membantu proses pengambilan kebijakan secara tepat. LIPI sangat mendukung karir dan penelitian saya dan berharap hasil yang maksimal untuk penelitian e-DNA dengan LIPI, lembaga tempat saya meletakkan komitmen saya untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya menjadi bagian dari Program Beasiswa USAID-PRESTASI. Program ini telah menjadi pintu gerbang untuk mewujudkan impian terbesar saya yakni menjadi salah satu penerima hadiah nobel di bidang Biologi melalui riset genetika molekuler yang saya tekuni saat ini, dan saya bisa membagikan ilmu yang saya miliki keseluruh penjuru dunia dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pesan saya untuk generasi muda Indonesia, tetapkan mimpimu setinggi langit yang paling tinggi. Tetapkan target dan rencana terbaik, serta kobarkan semangat untuk menggapai mimpimu.


1https://www.researchgate.net/profile/Onny_Marwayana

2https://barberlab.eeb.ucla.edu/

3http://infinitediversity.org/index.php